“Pak, beras habis, uang belanja kurang, anak-anak belum bayaran sekolah” Sang ibu meratap perlahan.
“Bapak tau bu, tapi mau gimana lagi, penghasilan bapak ya segini, belum bisa ngasih lebih” jawab bapaknya.
Dalam pikiran sang ibu berkecamuk, apa yang harus dilakukan agar dapat memenuhi segala kebutuhan yang kurang. Dalam hati kecilnya ada kekecewaan, menyesali kehidupannya, kenapa ditakdirkan bukan menjadi orang yang kaya dan berkecukupan. Terkadang iri merasuki hatinya, melihat orang lain hidup dengan bergelimang harta, kemewahan bahkan ketenaran.
Sang bapak mengetahui kegelisahan yang sedang dialami oleh sang ibu, sambil menghampiri, dan dengan perkataan lembut, sang Bapak menceritakan sebuah kisah yang dialami oleh mantan manajer kantornya saat dia bekerja dulu sebelum sang Bapak terkena PHK.
Manajernya bernama Pak Susanto, dia mempunyai istri bernama Lily yang terkenal dengan kecantikan dan kemolekannya. Bila sang istri mengunjunginya dikantor semua mata tertuju kepadanya terutama lelaki. Bahkan bisa dibilang satu kantor tidak ada yang menyaingi kecantikan Lily. Kecantikannya membuat karyawan perempuan dikantornya iri, apalagi ditunjang dengan kekayaan Susanto sehingga memudahkan lily untuk selalu melakukan perawatan terhadap tubuh dan kecantikannya.
Tapi ternyata segala kelebihan itu tidak cukup untuk Susanto. Awalnya lily tidak mengetahui perbuatan susanto diluar, tapi lambat laun Susanto pun mengakuinya, ternyata Susanto telah memiliki istri muda, dan akhirnya Susanto dengan Lilypun memutuskan untuk bercerai.
Mendengar cerita Sang Bapak, Sang ibupun akhirnya menyadari, bahwa bukan hanya harta dan kemewahan semata yang dapat membuat hidup seseorang bahagia. Tapi ketenangan, keikhlasan, dan kesabaran yang membuat manusia menjadi lebih siap menghadapi hidup.
Bukan karena Lily kurang cantik, bukan pula istri muda Susanto lebih cantik, tapi semata-mata Susanto mampu melakukannya karena di memiliki Uang, sarana yang digunakan untuk memenuhi hawa nafsunya, sehingga dirinyapun tidak terkendali. Sang Ibupun membayangkan seandainya Susanto tidak memiliki banyak harta dan kehidupannya seperti dirinya, mungkin dia tidak akan berani menikah lagi dan cukup dengan Lily yang berkategori wanita tercantik dikantornya. Wallahu a’lam.
Indra Java Renungan Cantik, Cerita, Harta, Mewah. Uang, Renungan, Sexy
Yang Ngoceh