Membatu
Di jaring sore, di sebuah ruangan yang penuh dengan kekosongan oleh sebuah jalan bebas hambatan.
Aku tersesat di halaman dari sebuah buku penuh kematian, membaca bagaimana kita akan mati sendirian, dan jika kita baik, kita akan berbaring untuk beristirahat dimana saja kita ingin pergi.
Dalam ruangmu, aku seperti ruangan demi ruangan yang bertahan. Aku slalu menantimu disana seperti batu dan siap menantimu sendirian.
Di ranjang kematianku, aku akan berdoa kepada Tuhan dan malaikat, seperti seorang kafir pada seseorang yang telah mengajakku ke surga, sebagai tempat terakhir yg kupesan, aku ada di sana waktu langit memar dan kau meninggalkanku.
Dan pada saat aku lihat sampai hari berlalu, Aku duduk sedih dalam penyesalan, pada semua hal yang telah aku lakukan, untuk semua harapanku dan semua kesalahanku dalam mimpi sampai aku mati
Aku akan mengembara



