Mas Indra Blog

Hasil Kenakalan Tangan

Cerita Ramadhan

Ketika pulang dari Shiffin, Ali bin Abi Tholib melewati pekuburan di pinggiran kota Kufah. Beliau berkata seraya menghadap ke arah pekuburan, ”Wahai penghuni kampung yang sunyi, wahai penduduk yang tinggal di tempat yang sepi, wahai orang yang berdiam di kubur yang gelap. Wahai orang yang berbaring di atas tanah, yang terasing, yang sendirian, yang kesepian. Kalian telah mendahului kami. Kami InsyaAllah akan menyusul kalian. Rumah kalian sudah ditinggali orang lain, istri (suami) kalian sudah menikah lagi, harta kalian sudah dibagi-bagikan. Inilah kabar dari kami. Bagaimana kabar dari kalian ?

Ali bin Abi Tholib kemudian menoleh kepada sahabat-sahabatnya,”Demi Allah, sekiranya Allah mengizinkan mereka berbicara, mereka akan menjawab: Sesungguhnya bekal yang paling baik adalah taqwa”

Bekal inilah yang sering kita abaikan.Setiap hari kita bekerja keras untuk bekal mudik beberapa hari ke kampung halaman kita. Tidak pernah terpikir bahwa kita harus berusaha keras untuk bekal mudik ke tempat asal kita. Bukan untuk beberapa hari, tetapi untuk perjalanan jauh dan panjang, yang satu harinya sama dengan seribu tahun pada hitungan kta sekarang. Berapa banyak di antara kita yang membanting tulang untuk persiapan masa pensiun yang hanya beberapa tahun, tapi lupa untuk mempersiapkan masa ribuan tahun setelah ajal kita menjemput kita

Kam, September 11 2008 » Renungan

Tinggalkan Balasan