Mas Indra Blog

Hasil Kenakalan Tangan

Tentang “Mudik”

Tahukah apa yang terjadi pada perjalanan (Mudik) akhir kita, pada hari kita pertama kali meninggalkan dunia. Inilah apa yang diceritakan hadits-hadits sahih kepada kita.

Pada hari terakhir anak Adam meninggalkan dunia, dan hari pertama ia berada di akhirat, hartanya, anak-anaknya, dan amalnya dihadapkan kepadanya. Mula-mula ia menengok ke arah hartanya seraya berkata, ”Demi Allah aku dahulu sangat rakus dan pelit ketika mengurus kamu. Sekarang apa yang engkau berikan kepadaku.” Hartanya menjawab,”Ambillah dariku kain kafanmu.” Kemudian ia menoleh ke arah anak-anaknya, ”Demi Allah, aku dahulu sangat mencintai kalian dan berusaha melindungi kalian. Sekarang Demi Allah dahulu aku enggan mendekatimu; kamu terasa berat sekali bagiku, Sekarang apa yang kau berikan padaku? Amalnya berkata,”Aku akan menjadi sahabatmu dalam kuburmu, dalam padang Mahsyar nanti, sampai engkau berhadapan dengan TuhanMu”.

Masih menurut riwayat yang sahih bila yang dijemput maut itu kekasih Allah, ia akan dijemput seseorang yang harumnya semerbak, yang wajahnya sangat indah, yang pakaiannya sangat bagus. Melihatnyas aja sudah membawa kebahagian. Ketika makhluk melihat yang mengerikan itu ditanya, ”Siapa anda?” ia menjawab,” saya amalmu yang saleh, saya akan mengantarmu dari dunia menuju surga.”

Bila yang meninggal itu orang yang berbuat maksiat, seseorang yang sangat buruk mukanya, sangat busuk baunya, duduk di sampingnya.Bila sesuatu yang menakutkan terjadi, ia menambah ketakutan itu. Bila si mayit melihat yang mengerikan, ia menambah kengeriannya. Mayit berkata,” Engkau betul-betul sahabat buruk.Siapa kamu sebenarnya?”Orang buruk itu berkata,”Apakah engkau tidak mengenalku?” ”Tidak” jawab mayit.”Aku adalah amalmu.Dahulu amalmu buruk karena itulah mukaku buruk.Dahulu amalmu busuk karena itulah bauku busuk.

Pada waktu ”mudik” yang sebenarnya nanti, siapa yang akan menjemput kita dan menemani kita sejak alam kubur sampai ke hadapan Allah nanti? Yang mana yang akan menyertai kita: orang yang berwajah indah dan menentramkan atau orang yang bermuka buruk dan menakutkan?

Rab, September 17 2008 » Renungan

8 Responses

  1. pimbem September 17 2008 @ 13:00

    hmmm… another point of view ‘mudik’ yg menarik kang..
    mdh2an ketika saatnya kt ‘mudik’ dalam arti yg sebenarnya, kt semua dalam keadaan khusnul khotimah. amin ya rabbal alamin.

  2. dwihandyn September 17 2008 @ 21:59

    Kirain mo mudik lebaran In…

    Semoga klo mudik nanti, bisa di jemput oleh orang yg berwajah indah dan menentramkam… :)

  3. Daniel Mahendra September 18 2008 @ 03:12

    Satu petikan menarik pada dini hari sebelum sahur. Terima kasih telah berbagi renungan ini.

  4. suhadinet September 18 2008 @ 12:30

    Tulisan yang sangat bagus untuk direnungkan. Thanks untuk berbagi….

  5. dedi September 18 2008 @ 12:39

    makasih mas indra

  6. Yulis September 19 2008 @ 02:57

    HHmmmm artikel mudikknya membuat saya harus banyak introspeksi diri nich Mas. Aku mau dijemput yang cantik dan harum, Semoga. Amien. Thanks

  7. ladangkata September 21 2008 @ 21:00

    sebuah colekan di pundak yang mengingatkan bahwa seluruh hidup kita dipersiapkan untuk mudik akhir ini….terima kasih telah berbagi..

  8. Dalila Sadida September 24 2008 @ 07:40

    syukron… dunia blog memang butuh tulisan seperti ini (belagu mode: ON)

One Ping

  1. (masih) Tentang “Mudik” « m2s blog September 17 2008 @ 10:24

Tinggalkan Balasan