Mas Indra Blog

Hasil Kenakalan Tangan

Membatu

Di jaring sore, di sebuah ruangan yang penuh dengan kekosongan oleh sebuah jalan bebas hambatan.
Aku tersesat di halaman dari sebuah buku penuh kematian, membaca bagaimana kita akan mati sendirian, dan jika kita baik, kita akan berbaring untuk beristirahat dimana saja kita ingin pergi.
Dalam ruangmu, aku seperti ruangan demi ruangan yang bertahan. Aku slalu menantimu disana seperti batu dan siap menantimu sendirian.
Di ranjang kematianku, aku akan berdoa kepada Tuhan dan malaikat, seperti seorang kafir pada seseorang yang telah mengajakku ke surga, sebagai tempat terakhir yg kupesan, aku ada di sana waktu langit memar dan kau meninggalkanku.
Dan pada saat aku lihat sampai hari berlalu, Aku duduk sedih dalam penyesalan, pada semua hal yang telah aku lakukan, untuk semua harapanku dan semua kesalahanku dalam mimpi sampai aku mati
Aku akan mengembara

Sel, Januari 26 2010 » Ragam, Renungan, puisi

24 Responses

  1. cantigi Januari 26 2010 @ 13:46

    msh blm apdet, *pura2 sok sibuk niy..* :P

  2. dedekusn Januari 26 2010 @ 14:30

    Syair yg menyentuh…
    saluts

  3. Piss Januari 26 2010 @ 14:33

    Selamat siang & sukses dengan syair-syairnya

  4. sedjatee Januari 26 2010 @ 15:17

    salam kenal… terima kasih atas kunjungannya… good poem, suka nulis puisi ya… salam sukses…

    sedj

  5. peri Januari 26 2010 @ 15:41

    nice puisi :)
    semangat

  6. sauskecap Januari 26 2010 @ 18:30

    wah puisinya kok horror… makasi dah mampir…

  7. nurhayadi Januari 27 2010 @ 03:08

    Ingat akan kematian karena ia akan merenggut semua kenikmatan dunia…

  8. Mamah Aline Januari 27 2010 @ 20:56

    puisinya membuat merinding, buku penuh kematian… saya tiba-tiba ingat diri sendiri

  9. nurrahman Januari 28 2010 @ 08:06

    mengembara kemana pak??hehe

  10. ravimalekinth Januari 28 2010 @ 08:07

    betul nih, rasa-rasanya puisinya horor :lol:

  11. Hary4n4 Januari 28 2010 @ 13:45

    Puisinya..indah dan menggetarkan jiwa.. Saya suka banget dgn tulisan tentang kematian dan yg menyelubungi kematian itu sendiri..

    Salam hangat dan damai selalu…

  12. antok Januari 28 2010 @ 15:32

    menakutkan juga puisina hehhe

    berkunjung n ditunggu kunjungan balikna heheh

  13. andry sianipar Januari 28 2010 @ 15:54

    Salam super-
    salam hangat dari pulau Bali-
    wuih,,,, puisinya oke banget neeh…

  14. Blogger Bertasbih Januari 28 2010 @ 20:18

    Puitis Banget…….

  15. narno Januari 29 2010 @ 04:13

    semoga mimpi yang salah itu terampuni

  16. mandor tempe Januari 29 2010 @ 11:01

    lhah kok serem juga puisinya, membangkitkan emosi pembaca seperti saya. Puisi yang berhasil bos

  17. ngabar42 Februari 1 2010 @ 21:14

    sairnya bagus…

  18. elmoudy Februari 2 2010 @ 13:00

    mimpi mengembara keliling dunia..
    melewati gunung samudera.. lembah bukit…
    ah rasanya asyik bangeet

  19. ridu Februari 3 2010 @ 09:39

    syair yang bagus.. tentang kematian jadi inget mati.. :S

  20. helga indra Februari 10 2010 @ 08:55

    membaca

  21. willy Februari 12 2010 @ 04:55

    wwwwwaawwwwwww

  22. Andi Februari 13 2010 @ 00:13

    izinkan saya meresapi dulu sajak ini lebih dalam.
    salam kenal.

  23. HALAMAN PUTIH Februari 25 2010 @ 22:33

    Lagi sendirian ya mas…

  24. ALRIS Maret 1 2010 @ 14:06

    Puisinya mantap, mas.
    Salam kenal.

Tinggalkan Balasan