Membatu
Di jaring sore, di sebuah ruangan yang penuh dengan kekosongan oleh sebuah jalan bebas hambatan.
Aku tersesat di halaman dari sebuah buku penuh kematian, membaca bagaimana kita akan mati sendirian, dan jika kita baik, kita akan berbaring untuk beristirahat dimana saja kita ingin pergi.
Dalam ruangmu, aku seperti ruangan demi ruangan yang bertahan. Aku slalu menantimu disana seperti batu dan siap menantimu sendirian.
Di ranjang kematianku, aku akan berdoa kepada Tuhan dan malaikat, seperti seorang kafir pada seseorang yang telah mengajakku ke surga, sebagai tempat terakhir yg kupesan, aku ada di sana waktu langit memar dan kau meninggalkanku.
Dan pada saat aku lihat sampai hari berlalu, Aku duduk sedih dalam penyesalan, pada semua hal yang telah aku lakukan, untuk semua harapanku dan semua kesalahanku dalam mimpi sampai aku mati
Aku akan mengembara



msh blm apdet, *pura2 sok sibuk niy..*
Syair yg menyentuh…
saluts
Selamat siang & sukses dengan syair-syairnya
salam kenal… terima kasih atas kunjungannya… good poem, suka nulis puisi ya… salam sukses…
sedj
nice puisi
semangat
wah puisinya kok horror… makasi dah mampir…
Ingat akan kematian karena ia akan merenggut semua kenikmatan dunia…
puisinya membuat merinding, buku penuh kematian… saya tiba-tiba ingat diri sendiri
mengembara kemana pak??hehe
betul nih, rasa-rasanya puisinya horor
Puisinya..indah dan menggetarkan jiwa.. Saya suka banget dgn tulisan tentang kematian dan yg menyelubungi kematian itu sendiri..
Salam hangat dan damai selalu…
menakutkan juga puisina hehhe
berkunjung n ditunggu kunjungan balikna heheh
Salam super-
salam hangat dari pulau Bali-
wuih,,,, puisinya oke banget neeh…
Puitis Banget…….
semoga mimpi yang salah itu terampuni
lhah kok serem juga puisinya, membangkitkan emosi pembaca seperti saya. Puisi yang berhasil bos
sairnya bagus…
mimpi mengembara keliling dunia..
melewati gunung samudera.. lembah bukit…
ah rasanya asyik bangeet
syair yang bagus.. tentang kematian jadi inget mati.. :S
membaca
wwwwwaawwwwwww
izinkan saya meresapi dulu sajak ini lebih dalam.
salam kenal.
Lagi sendirian ya mas…
Puisinya mantap, mas.
Salam kenal.